Sabtu, 05 Oktober 2013

Analisa logis dari Analisa video Kubah terbang di desa kailolo menggunakan tali

Kubah terbang di desa Kailolo Maluku, 2003

Berita yang mungkin sudah lama dan sudah basi…., banyak pendapat yang menganalisa bahwa kubah itu menggunakan tali, penulis mencoba mencari artikel mengenai pembahasan ini ,tapi semuanya mengatakan pendapat yang sama, menggunakan tali. bahkan semua analisanya hampir sama alias Copy paste. Berukut link-nya:

Berikut video beserta analisanya :


Atau silahkan search analisa video yang lainnya.


“ mungkin semua penganalisa tersebut lebih baik mencoba untuk menganalisa secara logis hal-hal lain yang lebih bersifat mistik, seperti bambu gila dari Ambon, atraksi Reog Ponorogo atau atraksi Debus, hal-hal tersebut justru lebih banyak videonya kan…..?”

Ada salah satu artikel dari Negara tetangga, yang menurut saya analisanya lebih detail (walaupun gak detail sih…..) dengan membuat foto panoramicnya, berikut linknya
Kita lihat dahulu secara seksama bagaimana kubah itu bergerak berdasarkan foto panoramic dari link : superimposemalaya.blogspot.com tersebut.
                                                                                          Click to enlarge

salut buat orang yang membuat foto panorama dari kumpulan frame video tersebut yang bisa dibilang mendekati gambar suasana sebenarnya.

Berikut beberapa posisi/spot yang menurut para penganalisanya menunjukkan bahwa terdapat tali.
Click to enlarge

Bila Menggunakan tali penulis mempunyai beberapa pertanyaan
  • Tali apakah yang digunakan?
  • Seberapakah tebalkah tali tersebut?, sampai terlalu sulit untuk di lihat, sedangkan  kabel listrik di bawah kubah  masih dapat dilihat. (perhatikan videonya)
  • Bila berat kubah hanya sekitar berat 1 atau 2 orang, mengapa kubah tersebut harus di tarik dari jarak yang jauh (±50m)?, Terkesan repot dan ribet, dengan cara sederhana di tarik dari bawah kan lebih mudah..
  • Tali tersebut ditarik dengan tenaga mesin atau menggunakan alat seperti penggulung dengan tenaga analog/manusia, atau hanya dengan katrol biasa?
  • Untuk mengangkat kubah dengan posisi seperti itu, tentunya menggunakan katrol, dimanakah posisi katrolnya? Apakah pada bagian kubah atau di atas menara?
  • Bila katrolnya pada bagian kubah, mengapa tidak terlihat katrol dan konstruksi penyangganya? Mengapa harus ditutupi kain putih..?
  • Bila katrolnya di atas menara, mengapa terlihat posisi ujung tali yang digambarkan hanya menggantung pada tiang kecil tanpa ada konstruksi penyangganya
  • Tali tersebut di analisa dengan posisi menegang, lurus tanpa ada lengkungan akibat beban (lihat gambar),
  • seperti apakah Konstruksi yang harus dibuat untuk mengencangkan tali tersebut pada kedua ujungnya? 
  • Mengapa hanya untuk mengangkat kubah seringan itu harus menggunakan tenaga, cara dan perhitungan yang rumit bahkan mungkin biayanya yang besar?
  • Namun bila hanya menggunakan tenaga manusia, mengapa kubah tersebut berjalan dengan arah yang konstan tanpa ada jeda dan tanpa ada ayunan ke atas atau kebawah.
  • Mengapa hanya untuk menaikkan sebuah kubah, sampai begitu banyak orang yang menyaksikannya?

 Menurut penulis Kubah tersebut tidak menggunakan Tali.
untuk menjelaskannya, kita butuh penjelasan yang logis, tapi untuk mendapatkan penjelasan yang logis, kita juga butuh analisa yang logis.
Bukan Cuma sekedar mengatakan ada tali dan menunjukkan beberapak titik bahwa pada area itu ada tali…..!

Biarkan penulis menganalisanya
  Berikut analisa dari gambar panoramic milik superimposemalaya.blogspot.com tersebut :
Click to enlarge


Keterangan :
-          Garis merah adalah batas dari dua frame yang berbeda,
-        Garis biru adalah batas tinggi kepala orang yang sama  dari dua frame yang berbeda, terlihat bahwa tinggi orang tersebut berbeda antara frame yang satu dengan yang lainnya (penulis melihat bahwa beberapa frame di perbesar). Dan bila kedua frame tersebut benar-benar di satukan, posisi orang tersebut seharus bertumpuk, tidak terpisah.
-      Penulis melihat frame tiap gambar tersebut dibuat tanpa ada distorsi sama sekali, padahal bila pembuatnya mengerti bahwa bila beberapa gambar di ambil dari posisi yang sama dengan sudut pengambilan yang berbeda, akan terjadi distorsi (istilah dalam fotografi).
-          Garis kuning adalah alur kubah tersebut diurutkan berdasarkan posisi kubah tiap frame, apakah terlihat lurus………..…..?
-     Panah Hijau :  lihat pada bagian videonya, terlihat bebeapa orang bergerak , sebagian terlihat seperti melompat2 tepat di bawah kubah mengikuti arah bergeraknya kubah, logikanya saja bila kubah sedang ditarik tak ada satu orangpun yang ingin berada di bawah kubah tersebut karena takut tertimpa kubah bila terjadi kesalahan kan?


Link dari superimposemalaya.blogspot.com tersebut juga berargumen bahwa mengapa Cuma ada satu rekaman…?
Hey….., kejadiannya tahun 2003, yang punya HP kamera jaman segitu masih jarang……..!
Saya kasih contoh video di internet yang hanya mempunyai satu rekaman saja, tentang wanita india yang terbakar karena membakar jilbab, apakah itu rekayasa juga?, videonya klick disini :

Penulis mencoba membuat  penggambaran ulang foto panorama yang lebih detail
Click to enlarge


Penulis menyusun gambar tersebut satu demi satu mulai dari frame awal video sampai gambar terakhirnya dengan terlebih dahulu mencocokkan posisi antara frame.
 Kalau diperhatikan penyusunan framenya terlihat semakin mengarah ke mesjid semakin miring!
Mengapa? Hal itu terjadi karena adanya distorsi (silahkan tanya pakar fotografi), dimana pengambilan sudut awal video semakin kearah mesjid semakin mengarah ke atas.
Dari gambar diatas penulis mencoba untuk mereduce distorsinya.
Click to enlarge


Sekarang penulis mencoba  menyusun ulang gambar tersebut dengan terlebih dahulu mereduse distorsi dari tiap gambar dan menyusunnya
Click to enlarge


Garis Merah dari tiap panoramic di atas adalah arah kubah bergerak! Apakah lurus….? Walaupun distorsinya sudah di reduce…..
bahkan bila terjadi distorsi seperti itu arah kubahnya harus melengkung kebawah. 

Jadi apakah kubah itu benar-benar menggunakan tali…….? (pikirkan lagi…….!)

“Okelah….Kita abaikan saja analisa dari gambar panoramic  yang saya buat dan tetap beranggapan bahwa memang menggunakan tali “
yang jadi masalahnya tali seperti apa yang di pakai.
Click to enlarge

kita mulai analisa dari beberapa pendapat satu persatu :
dari bentuk kubah, asumsi beban kubah kurang lebih 100-300kg.
  1.  Menggunakan tali biasa
Karena diameter tali ini sangat kecil, jadi sangat sulit dilihat pada video posisi tali tersebut, Bila metode ini yang dipakai, kemungkinan besar menggunakan katrol di atas menara, dan ditarik oleh tenaga manusia,tapi…..:
  • Apakah mampu tali berdiameter < 2cm tersebut dibuat lurus/menegang dengan bentangan yang panjang sekitar 50m?
  •  Jawabannya mampu……! Tapi apakah tali tersebut tetap mampu menegang bila diberi beban yang dipastikan lebih berat dari beban/massa tali itu sendiri..?
  • Sederhananya……! Silahkan dipraktekkan dengan membuat bentangan tali sepanjang 20m saja, lalu anda duduk diatasnya (berat manusia normal manusia dewasa sekitar 50-80 kg), apakah tali tersebut akan tetap menegang…? Saya yakin tidak……, bahkan mungkin akan putus…….!
  • Tali tersebut akan mengalami gaya tekan dari beban kubah sehinggga terjadi penurunan (lendutan), hal ini terjadi karena beban kubah lebih berat dari tali itu sendiri. Berikut penggambarannya : 

  • Sehingga posisi kubah berpindah akan membentuk kurva seperti contoh di bawah ini: 

  • Masalah lain kubah tersebut bergerak dengan arah dan kecepatan yang konstan, bila kubah tersebut hanya ditarik oleh manusia, pasti akan terjadi ayunan ke atas dan kebawah, serta terjadi jeda pergerakan.
  • Bila memang beban kubah sekitar 100kg-300kg, kan lebih gambang menggunakan kantrol sederhana yang ditarik dari bawah menara. Sangat simple dan sederhana bukan…..! tidak perlu harus disaksikan banyak orang……  Contoh penerapannya pada gambar dibawa ini. :


  • Sangat simple dan sederhana bukan…..! tidak perlu harus disaksikan banyak orang……
  • penulis pernah kerja di bidang konstruksi tower BTS, mekanisme pengangkatan perangkat tower yang beban beratnya lebih dari kubah tersebut bahkan dengan dimensi lebih besar, tapi tetap saja menggunakan cara yang sederhana seperti diatas.
  • Jadi dengan berat sekitar 100kg-300kg, kayaknya tidak perlu repot-repot mengangkatnya dari jarak yang jauhkan, dari bawah menara saja sudah bisa.

    Think Again........ 

    2.   Menggunakan tali Tambang
  • Analisa ini sebenarnya hampir  sama penerapannya dengan tali biasa, hanya beda diameter saja.
  • Diametenya kurang lebih 3-5 cm, seharusnya terlihat sangat jelaskan….?, kabel listrikpun yang diameternya kurang lebih 1-2cm aja kelihatan…..!
  • untuk membuat tali tersebut menegang bukanlah hal tidak mungkin, tapi apakah konstruksi menara tersebut sanggup menahan gaya tarik yang sangat besar, bisa-bisa menaranya rubuh.
  • Bila memang dianalisa menggunakan tali dengan posisi bentangan tali yang Lurus / menegang, tanpa ada lengkungan, maka harus menggunakan tenaga yang besar pula. (lihat gambar pada penerapan tali tambang di kapal.s,untuk menegangkan tali tambang saja butuh beban seberat kapal dan di tahan dengan pondasi yang kokoh kan)
    3.   Menggunakan tali Baja
  • untuk analisa ini mungkin yang paling masuk akal, tali baja di ikat pada tiap ujungnya dan di kencangkan, sehingga tali baja tersebut dapat membentuk garis lurus. Hal ini dapat di lihat pada penerapan flying fox atau kereta gantung. 
  • Tali baja adalah tali yang sangat mungkin di bentangkan dengan posisi lurus dengan kemungkinan kecil terjadi lendutan (walaupun dalam case ini talinya tidak terlihat lurus….)
  • Analisa saya :
-    Niat amat ya……! Hanya untuk menaikkan sebuah kubah kecil dengan berat 100kg-300kg, pengurus mesjidnya harus menggunakan Tali baja yang terlebih dahulu harus memperhitungkan kekuatan pada ujung dari kedua tali baja tersebut lalu mengencangkannya dengan  memasang konstruksi besi penyangga di atas menara dan podasi yang kokoh di bawah pada ujung tali baja tersebut, bahkan mungkin menggunakan mesin untuk menaikkannya….! Ck..ck..ck…!
-    para pengurus mesjidnya mungkin harus menyewa orang yang ahli untuk itu,  yang  mungkin seluruh biayanya lebih mahal dari kubah itu sendiri.

Kesimpulan
  • Kubah tersebut  tidak diangkat menggunakan tali atau pun tali baja, dari analisa gambar panoramic sudah terbukti, dan dari sisi teknisnya pun terlihat tidak masuk akal kan.
  • Kalau mau dilihat seksama memang tidak ada tali kok….! Kubahnya aja dibungkus kain putih
  • Penulis tidak berusaha untuk mengajak pembaca percaya bahwa kubah itu terbang, hanya mencoba
  • menganalisanya dengan lebih intelek (mungkin itu bahasa yang pas…..)bahwa memang tidak ada tali disitu…….!
  • Mengenai kubah itu terbang, wallahualam….! Penulispun tidak sepenuhnya berpendapat demikian, beberapa hal mungkin lebih baik dibiarkan tak terjelaskan.
  • Pendapat penulis bahwa hal tersebut mungkin saja di pengaruhi oleh hal2 yang berbau magic / mistis, di Indonesia hal mistis banyak sekali terjadi bahkan di kaitkan dengan agama.
  •  Hal mistis tersebut ada yang terlihat modern ada yang tradisional,  bersifat baik dan  juga yang buruk kan……..!
  • Mungkin sebaiknya anda menganalisa bagaimana Chris Angel bisa berjalan di dinding, atau david coperfield yang bisa melayang dan menembus tembok china, atau si Deddy corbuzer yang berjalan di air, atau dari adat istiadat sebuah daerah seperti atraksi bambu gila dari ambon, atraksi debus,reog ponorogo, mayat berjalan dari toraja, paku dan jarum yang berada dalam tubuh manusia dan masih banyak lagi.
 Bisakah anda menganalisanya secara logis…..? berikan saja satu contoh…..

Pesan penulis….! Kalo memang ada yang tetap berpendapat bahwa kubah itu tersebut tidak terbang, tolong beri penjelasan denga analisa yang lebih logis, yang punya dasar dan intelek ya……!
(bukan asal nunjuk-nunjuk aja bahwa memang menggunakan tali)

Kadang beberapa hal mungkin lebih baik dibiarkan tak terjelaskan

12 komentar:

  1. Klo sy emang percaya itu kubah terbang, yg mengatakan itu pake tali, itu mah sebagian orang yang tidak mau menerima keajaiban Allah.. intinya itukan rumah Allah dan siapa sih yang selalu iri pada keajaiban Allah klo bukan nasoro dan yahodo hehe viss ah...

    BalasHapus
  2. Klo sy emang percaya itu kubah terbang, yg mengatakan itu pake tali, itu mah sebagian orang yang tidak mau menerima keajaiban Allah.. intinya itukan rumah Allah dan siapa sih yang selalu iri pada keajaiban Allah klo bukan nasoro dan yahodo hehe viss ah...

    BalasHapus
  3. Ga tw kenapa bisa kesasar di artikel ini, nyoba baca. Dan waw analisamu luar biasa. Gw suka pola pikirmu

    BalasHapus
  4. Logis juga analisanya..
    Di video itu ada ratusan orang, tp kok nggak pernah ada yg bersaksi/ mengatakan kalo itu mmg bnr2 terbang ya. Minimal warga Kailolo Maluku.

    BalasHapus
  5. Kalau saya sih percaya bahwa Kuba itu terbang dengan ijin Alloh klu memang ada tali coba aja buktikan sendiri seberapa kuat tali itu mengangkat Kuba tanpa ada alat atau mesin .
    Di situ kan sudah jelas bahkan penduduk di sekitarnya yg melihat memang terbang dan tidak ada alat mesin yg mengangkat Kuba tersebut. Alloh maha besar dan maha perkasa atas segalanya.

    BalasHapus
  6. mau benar atau tidak tapi pemaparan analog anda patut diapresiasi..mau terbang atau tidak BIARIN aja.
    oke..SALUT

    BalasHapus
  7. mau benar atau tidak tapi pemaparan analog anda patut diapresiasi..mau terbang atau tidak BIARIN aja.
    oke..SALUT

    BalasHapus
  8. Apapun analisanya, salut atas pembangunan mesjid dengan semangat kalimat Lailllahailallah

    BalasHapus