Sabtu, 02 Mei 2015

Teenage Mutant Ninja Turtle (2014) – The Worst Concept Art of Ninja Turtle ever.

Sebelum tahun 2014, saya selalu berangan-angan, bagaimana bila kura-kura ninja dibuat film Live actionnya yang baru, dengan memanfaatkan teknologi CGI.
Dan akhirnya angan-angan saya pun terbayarkan dengan adanya pembuatan film nya yang di rilis tahun 2014. Dan mengingat film tersebut akan di produseri oleh paman Michael Bay yang piawai dalam membuat film dengan visualisasi yang gila-gilaan, sayapun jadi antusias....



Namun sebelum filmnya release di bioskop, ekpektasi saya sedikit buyar ketika harus melihat desain para kura-kura ninja dari gambar dan trailernya di internet
WTF......., kau kah itu kura-kura ninja? saya tidak habis fikir melihat desain sang kura-kura ninja, bahkan para fansnya banyak yang mencibir dan mengolok-olok konsep desain dari kura-kura ninja itu sendiri.
Yah.....! the ninja Turltle its look too real....., sangat..sangat..sangat.. nyata, TAPI KEBABLASAN.
Namun untuk membuktikan bahwa sang kura-kura ninja tidak seburuk desainnya, saya pun bela-belain untuk menontonya di bioskop (tanpa harus menunggu versi BR-Ripnya di Internet... J), tapi... WTF...lagi, ceritanya tak ubahnya film Transformer, Cuma menang spesial efek doang......, jalan ceritanya terlalu dibuat-buat....., maklumlah yang  memproduserinya adalah sang sutradara Transformers jadi wajarlah bila jalan ceritanya biasa-biasa saja.
Teenage Mutant Ninja Turtle (2014) adalah konsep desain kura-kura ninja terburuk yang pernah ada

Pada dasarnya, Perubahan desain / Concept art dari tokoh fiktif comic atau animasi selalu mengikuti perkembangan zaman. Demikian juga dengan desain dari para kura-kura ninja, yang awalnya hanya desain biasa menjadi sebuah konsep yang lebih terlihat real untuk versi filmnya.

Selain itu banyak juga konsep desain yang yang bertebaran di dunia maya. Berikut saya rangkum beberapa desain tersebut dalam sebuah gambar.

Namun entah mengapa, desain versi live action tahun 2014 ini, justru kebablasan......
Bahkan saya lebih senang melihat versi cosplay-nya, terlihat lebih simple dan friendly....


The reason why that movie too worst.

Berikut akan saya bahas beberapa hal yang menjadi poin penting dalam konsep desain dari kura-kura ninja.

The Concept Art

Desain dari para Kura-kura Ninja.
Saya mungkin bukanlah seorang art designer, tapi saya sebagai orang awam bisa membedakan mana desain yang benar-benar bisa mewakili untuk karakter para kura-kura ninja tersebut
Para desainernya sepertinya berupanya benar-benar membuat  para kura-kura ninja tersebut terlihat lebih realistik, sama seperti ketika mereka membuat film transformer,  tapi sungguh sangat disayangkan, imajinasi yang mereka tuangkan dalam desain kura-kura ninja sangat kebablasan, seluruh bagian tubuh dari kura-kura ninja sangat tidak merepresentasikan kura-kura ninja yang sebenarnya dan terkesan tidak proposional.

1. The height of TMNT
Tinggi Badan

They are too Big.



Dalam film tersebut tinggi badan kura-kura ninja terlihat lebih tinggi dari manusia (sekitar 2 m) dengan badan yang kekar layaknya alien berbadan binaragwan, padahal dari seluruh komik dan animasinya tinggi badan kura-kura ninja terlihat sama tinginya dengan manusia rata-rata. Mungkin maksud dari para pembuatnya adalah untuk menjadikan kura-kura ninja terlihat lebih kuat dan kekar dan dengan tubuh yang besar otomatis kekuatan mereka menjadi besar pula.
Tinggi badan para kura-kura Ninja tersebut sebenarnya bukannlah hal yang di permasalahkan, mungkin karena bentuk tubuh mereka yang besar makanya harus pula di sesuaikan tingginya.

2. The Face
Bentuk Wajah

Bagian inilah yang paling membuat saya kecewa, bahkan seluruh fansnya pun sangat kecewa dengan desain wajahnya, terutama si michelangelo, is that a shrek...???

wajahnya lebih menyerupai manusia gemuk berkepala plontos yang penuh dengan lemak, apalagi bentuk bibir yang dibuat menyerupai bibir manusia, malah memberi kesan aneh...., its look like shrek
ketika gambar awal dari film tersebut keluar sebelum tayang di bioskop, banyak reaksi dari penggemarnya, bahkan Beberapa penggemarnya pun mencoba membuat desain ulang dari cuplikan gambar yang ada dan meredesain ulang agar lebih menyerupai versi kartunnya.


Penambahan lubang hidung tidak menjadi sebuah persoalan untuk memberi kesan realistik, walaupun sebagian penggemarnya menganggap itu adalah hal yang tidak sesuai, tapi setidaknya kesan realistiknya jangan kebablasan lah......

Even The comic creator who helped give Leo, Mike, Raph and Don their iconic looks isn’t too sure about the human-like mouths and noses that they will be sporting in TMNT 2014

3. The Foot and Arm
Lengan dan Kaki.

Kura-kura ninja pun mengalami Evolusi Desain, dari konsep awal yang benar-benar seperti seekor kura-kura yang berdiri tegak berevolusi menyerupai  bentuk tubuh manusia dan saat ini desain kura-kura ninja di serial kartun dan gamesnya berevolusi dengan perubahan  lengan dan kaki terlihat lebih keren ketika dibuat besar pada bagian ujungnya (layaknya popeye), dan menurut saya konsep yang lebih baik adalah pada versi Video Game (TMNT out of shadow), seharusnya mereka bisa mencontohi desainnya

namun entah mengapa justru desain film live actionnya bagian lengan dan kaki terlihat lebih parah.....! terutama pada bagian otot lengannya, terlihat seperti Binaragawan.
coba lihat perbandingan dari kedua versi kura-kura ninja berikut ini.

Konsekwensi lengan yang besar berbanding lurus dengan tinggi para kura-kura ninja sehingga menjadikan postur tubuh kura-kura ninja berukuran besar layaknya para binaragawan.

4. The Shell
cangkang

Bagian tubuh ini juga sangat aneh terlihat, cangkang belakang seolah-olah bukan merupakan bagian dari tubuh kura-kura ninja, para kura-kura itu terlihat seperti membawa sebuah wajan  gede.
Dengan posisi canggkang yang hampir sama tinggi dengan posisi kepala malah membuat mereka terlihat seperti orang bungkuk yang berlagak jadi super hero.
Sedang pada cangkang depan yang menutupi bagian dada sampai ke selangkangan paha justru terlihat bukan seperti cangkang, melainkan seperti bagian yang menyatu dengan kulitnya, berbeda dengan desain pada video game ataupun animasinya.

Desain seperti versi Game of shadow cangkangnya terlihat proposional untuk ukuran kombinasi mutasi Manusia + Kura kura, cangkang depannya pun pada bagian sisinya terlihat menonjol keluar layaknya kura-kura asli dan antara cangkang depan dan belakang menyatu pada bagian bawah lengan/pinggang.


4. The Costume

It doest matter about the costume, but its too weird, its just need to make simple.
Pants it’s..., But hey look... they wear shoes..!

Untuk menambah kesan realistik berbagai aksesorispun di sematkan pada beberapa bagian tubuh para kura-kura ninja, hal tersebut bukanlah hal yang aneh karena Dalam serial maupun komiknya, Kura-kura ninja pun pernah dibuat dengan menggunakan kostum.

Penggunaan kostum Untuk beberapa bagian tubuh mungkin adalah hal yang wajar, demi untuk mencapai kerealistisan,  seperti tiap-tiap ninja menutupi bagian pinggang kebawah, dengan berbagai bahan yang berbeda, maksudnya sih baik....., untuk menutup tit*tnya.......! pada bagian tersebut sudah cukup untuk di buat realistik.

Tapi hampir seluruh aksesoris yang di gunakan justru terlihat norak, yang sebenarnya gak perlu harus di tambah, michaelangelo dengan kalung manik-manik dan kacamatanya, leonardo dengan rumbai-rumbai di dadanya, dan yang paling parah adalah donatelo, dengan kacamata penelitian dan aki gede yang di pajang di cangkang belakangnya membuatnya terlihat berantakan.....!
Dan yang paling parah bahkan ada yang memakai sepatu dan celana spandex, entah beli dari mana sepatu dengan ukuran segede gaban itu...?
Add caption

Coba perhatikan baik-baik pada filmnya, pada bagian kaki sengaja dibuat samar dan tidak menjadi fokus dan menghindar untuk memperlihatkan bagian kaki tersebut, tapi bila di perhatikan seksama, they weared shoes.

Seharusnya desain aksesoris tersebut dibuat lebih simple agar tidak terlihat norak, cukup hanya dengan balutan pada bagian pinggang ke bawah beserta sabuk yang melingkari pinggang dan dada yang berfungsi  sebagai penyangga senjata mereka.  
Apalagi sepatunya bukanlah option yang bagus, karena tidak terlihat natural  bila mereka berkelahi karena akan sangat menggangu akselesarinya.

Berikut ini hasil corat-coret saya untuk menggambarkan para kurakra ninja yang ideal.
Dengan sumber dari konsep design game TMNT out of shadow, saya tambahkan beberapa aksesoris.


The Motion Capture (Mocap)

They use motion captute with CGI, even when they made it, they uses shell on  their back.
But they never think of  the consequences, the movement of the actor will look weird.

Teknologi  Motion Capture  Simplenya adalah teknologi untuk memindai gerakan manusia kedalam model digital, teknologi ini sudah menjadi hal yang lumrah di perfiliman hollywood, TMNT pun menggunakannya, tapi hal yang tidak di pertimbangakn dalam film kura-kura ninja adalah, gerakan dari para kura-kura ninja itu sendiri ketika menggunakan teknologi CGI.

Pada saaat penggunaan teknologi motion capture, para pemerannya benar-benar menggunakan cangkang pada punggungnya, hal tersebutlah yang membuat sebagian gerakan para-kura kura ninja jadi aneh dalam film, coba anda bayangkan seorang manusia bergerak dengan menggunakan tas gede di punggungnya, pasti gerakan manusia itu tidak leluasa dan terlihat anehkan.....!
Namun karena tuntutan desain justru berimbas pada gerakan pemerannya  yang menjadi kaku.....

Berbeda halnya dengan gerakan yang di buat dalam film planet of the apes, gerakannya harus dibuat begitu persis layaknya gerakan para kera, baik cara jalan maupun expresinya.



The Stories

Overall seluruh jalan cerita sudah cukup bagus, hanya sedikit dipaksakan, bila saja  sutradara lain yang menangani mungkin saja akan bebebeda, anggap saja bila yang menyutradarainya adalah om Nolan, mungkin jalan ceritanya akan di buat lebih realistik.

1. Mutant

Better if splinter is a Man become a Mutant.

Kisah awal mereka menjadi mutan adalah karena penelitian, sedikit berbeda dengan original storinya dimana mereka tidak sengaja terkena radiasi dari bahan kimia, namun yang jadi masalah adalah si tikus splinter, sesuai dari original story-nya, splinter juga adalah tikus yang tidak sengaja terkena radiasi. Lalu sang tikus dan ke 4 kura-kura di selamatkan oleh April O’neal kecil dan dilepas lalu tumbuh dan besar dalam selokan kota New york.
Konsep ini mungkin kurang begitu realistik untuk di cerna, bagaimana bisa tikus mutan yang hidup dan besar tanpa interaksi manusia tetapi bisa menggunakan bahasa manusia.
Sebagai contoh,  para kera di Film “ Rise of the planet Of the Apes” pun butuh bantuan manusia untuk dapat berbicara.

2. The Cave & the tools

they can grow and have many things in their caves, but who helped and supply them .... ????
Kesan realistikpun terabaikan ketika kita bertanya, bagaimana caranya mereka hidup dibawah selokan kota newyork selama bertahun-tahun tanpa interaksi manusia, tetapi memiliki segala macam benda yang ada,  siapakah yang menyuplainya? Ataukah mereka mencuri..?
Bahkan peralatan yang mereka miliki super canggih..., kamera CCTV, berbagai macam tool dan monitor, bahkan gadget dengan teknologi hologram pun ada..., ck..ck..ck.....!
Malah mereka memiliki mobil dengan persenjataan lengkap? Siapa yang memberikan...?

3. The Skill

the splintel, learn Ninjutsu just by the book, how come...?
the donatelo has abilty about technology, who teach him...?

Sang splinter hanya dengan belajar Nijitsu dari sebuah buku, bisa menjadi seorang master Ninjitsu yang hebat bahkan bisa mengajarkan kepada para kura-kura, sangat-sangat tidak realistik.
Belum lagi si Donatelo yang jenius? who teach him..?

to create a real story, need a little change the story.
splinter is mutated humans, and it took a human being as an intermediary , like alfred & Bruce waine.

Untuk memberi kesan realistik, mungkin cerita awalnya perlu sedikit di rubah. Formula yang bisa merubah mutan tersebut bersifat timbal balik sehingga dapat menjadikan mutasi awal  dari seorang Manusia ataupun binatang. Dan splinter dahulunya adalah seorang manusia (dan juga ahli Ninjitsu) yang di rubah menjadi mutant (karena konsep seperti ini juga pernah hadir dalam serial televisinya).
Dan untuk membuat mereka tetap bertahan hidup dengan segala sesuatunya dalam selokan, yang diperlukan adalah manusia sesunguhnya sebagai perantara (seperti alfrednya Batman).

Dan sekarang sequelnya telah di kembangkan dan rencana rilis tahun 2016, saya berharap mungkin para pembuatnya dapat menerima komplain dari para penggemar setianya dan mau sedikit merubah bentuk desainnya, sama halnya seperti yang dilakukan dengan film Hulk.

I hope So....!

Minggu, 23 Februari 2014

Bila para Superhero Tokusatsu di buat Film berkwalitas ala Hollywood


Bagaimana bila kamen Kider, Super Sentai, Ultraman, Zaborgar dan Metal Hero dibuat film serius dengan mepertimbangkan aspek realistis  ala Hollywood seperti transformer, ironman atau pacific Rim?
Tokusatsu (special effect) mempunyai pengertian film/serial buatan jepang bertema action, Science fiction, Fantasy, horror atau mytologi yang menggunakan special effect dalam pembuatannya seperti daikaiju (monster raksasa), kaijin (mutant), Giant Robot atau Super hero.
Genre Tokusatsu yang paling popular adalah Super hero (japan Super hero) seperti : Kamen Rider, Super Sentai, Ultraman, Zaborgar , Metal Hero ataupun Chouseishin.
sama seperti komik Amerika ataupun  Manga, super hero jepang ini biasanya diperuntukkan bagi imajinasi anak-anak.

Salah satu strategi sebuah cerita fiksi (Komik, manga, serial TV atau Anime) bertema superhero dapat diterima oleh semua kalangan, adalah dibuat versi film, hal itulah yang dilakukan oleh para sineas Hollywood ketika mengadaptasi komik bertema superhero seperti Ironman, Transformers ataupun Batman menjadi sebuah Film yang berkwalitas sehingga orang-orang dewasa pun dapat menerimanya.
Demikian pula dengan anime/manga yang diadaptasi menjadi film live action buatan jepang, yang akhir-akhir ini sudah mencoba memberikan sentuhan realistis ala film Hollywood seperti Rorouni kenshin (2012), wild 7 (2011) ataupun gatchaman (2013),  Bahkan anime/manga sudah mulai dilirik oleh sineas Hollywood untuk di adaptasi menjadi film live action berkualitas seperti, Bleach, Deathnote, Akira, battle angle alita dan Ghost in the shell.

Bagaimana dengan nasib Super hero tokusatsu?
Super hero jepang versi movie pun sudah sering dibuat, Bahkan beberapa Film Super hero tokusatsu dibuat dengan pendalaman cerita yang lebih kompleks dan rumit bahkan dibumbui dengan unsur drama.
namun hal tersebut tidak di barengi dengan kesan realistis dan pendekatan ilmiah,  baik pada kostum, gaya henshin (merubah diri) maupun konsep ceritanya sehingga bagi pandangan masyarakat awam tetap saja super hero tokusatsu hanya untuk anak-anak.
Bahkan Serial superhero jepang ini hampir tidak pernah di lirik oleh sineas Hollywood untuk diadaptasi menjadi sebuah film berkwalitas,
Mungkin hanya adaptasi Super sentai yaitu Power Ranger (juga merupakan adaptasi serialnya) yang dibuat versi Filmnya, namun tetap saja tidak ubahnya seperti serialnya yang diperuntukkan bagi anak-anak (bukan untuk jenis film serius berkwalitas)
 berita gembira nya saat ini, Power Ranger akan dibuat ulang versi Filmnya oleh Hollywood, semoga saja bisa dibuat dengan lebih serius seperti Transformers ataupun Pacific Rim, we will see.

Mungkin hanya  film tokusatsu yang bukan dari dunia superhero yaitu Godzilla sajalah yang telah diadaptasi ke film hollywood berkwalitas, Godzila masih dapat di terima di kalangan hollywood karena konsep ceritanya yang lebih dewasa.


Apa yang membuat Superhero Tokusatsu sulit untuk di adaptasi menjadi film berkwalitas?
Hal paling mendasar mengapa Super Hero  tokusatsu tidak pernah dijadikan film berkualitas adalah karena memang super hero tokusatsu diperuntukkan hanya bagi anak-anak maupun para pecintanya yang tidak terlalu mempermasalahkan segi kwalitasnya, baik  itu pada special effectnya, desain kostum maupun jalan ceritanya. pemasarannya pun  sangat terbatas hanya untuk para penggemarnya sehingga tidak perlu mempertimbangkan kualitas cerita dan special effect yang digunakan dan budget yang besar dalam pembuatannya.

Bagaimanakah bila Super hero Tokusatsu dijadikan film berkwalitas ala hollywood?
Bagaimana bila  Ultraman, Kamen Rider, Super Sentai ataupun Metal hero  dibuat filmnya yang lebih serius dengan sentuhan realistic dan pendekatan sains sekelas film Hollywood seperti transformers, Pacific Rim, GI Joe ataupun Iron Man?
Atau mungkin diadaptasi menjadi film berkwalitas versi Hollywood?
Kayaknya masih mustahil.

Sebenarnya bagi sineas Hollywood, there is no imposible to make a movie, Budget bukanlah Kendala buat mereka, Spesial effect yang canggih adalah hal yang biasa, yang jadi masalah adalah, apakah film tersebut bisa laku?
Para superhero Jepangpun sebenarnya sudah sangat populer di Dunia, hal tersebut sebenarnya bisa menjadi pertimbangan bila film ini di adaptasi ke layar lebar.

untuk mengadaptasi Super hero jepang ini kedalam film live action yang berkualitas, tak perlulah menggunakan para sineas Hollywood. Mungkin perlu belajar dari Film adaptasi Anime/jepang “ Rurouni kenshin (2012)” yang bisa dibilang adalah contoh sempurna sebuah adaptasi live action anime/manga.


How to make a great tokusatsu Movie? Maybe we just need to think like Crhistoper Nolan or Michael bay. cobalah anda bayangkan bila om Nolan dan paman Michael bay yang  menggarap film-film superhero tokusatsu tersebut, what will they do?

Ada beberapa factor yang menjadi pertimbangan bila tokusatsu di jadikan film berkwalitas
a.       Konsep Cerita
Berbicara tentang konsep cerita sangat berkaitan dengan asal mula para super hero serta sumber kekuatan yang di peroleh., Konsep cerita hampir semua tokusatsu tidak berbeda jauh dari konsep cerita Komik amerika atau anime/manga. Seperti  Alien, sains fiksi, supranatural, Cyborg, metafisika, mytologi, teknologi masa depan, mistis dan lain-lain.
Namun hampir semua super hero tokusatsu tidak mempunyai pertimbangan dari sisi realistis maupun pendekatan ilmiah, bahkan terkesan nyeleneh.
contohnya :
Kamen rider
Semua Kamen Rider era Showa maupun heisei mempunyai sumber kekuatan yang berbeda-beda, ada yang bersumber dari Cyborg, setengah alien, mutant, artefak kuno, dimensi lain, mahluk supranatural dan banyak lagi.
tiap seri ada yang terikat dan ada yang berdiri sendiri
Namun pada beberapa versi filmnya menggabungkan beberapa kamen rider bahkan seluruhnya dalam satu Film, sehingga konsep ceritanya pun terlihat  rancu dan nyeleneh dan dipaksakan.
Bagaimana  membuat konsep Kamen Rider terlihat lebih masuk akal?
Mungkin konsep yang digunakan adalah sumber kekuatan mereka berasal dari suatu artefak kuno  yang berasal dari luar angkasa (mungkin dari kingstone milik Kamen rider Black) yang mempunyai kekuatan merubah bentuk suatu benda (seperti all sparks di transformers), sehingga semua kekuatan para kamen rider besumber dari benda yang sama namun dengan implementasi yang berbeda seperti experiment, radiasi ataupun  mutasi.
konsep seperti ini juga diterapkan di komik marvel seperti penggunaan benda angkasa adamantium pada wolverine, perisainya Captain Amerika, lengan robot Dr. octopus dan beberapa tokoh komik marver lainnya sehingga secara tidak langsung para tokoh komik marvel saling terkoneksi. 
Super Sentai
Dari semua tokusatsu, super sentailah yang menurut saya paling tidak masuk akal dan nyeleneh. konsepnya bercerita tentang sekelompok pasukan berjumlah 3, 5 atau lebih orang yang dapat berubah, serta memiliki kendaraan raksasa yang dapat di satukan menjadi robot, berkelahi melawan monster yang bila mati menjadi raksasa besar seukuran gedung bertingkat. Sumber kekuatan para super sentainyapun tak terdefinisikan dengan logis, ada yang dari luar angkasa, teknologi manusia atau dari kekuatan magis.Bila di buat film super sentai yang  terlihat lebih masuk akal, mungkin cukup dibuat 1 konsep cerita (seperti pacific Rim) yaitu Para super sentai adalah merupakan sekelompok pasukan yang  direkrut oleh sebuah organisasi rahasia yang bekerja sama dengan mahluk luar angkasa untuk menjaga perdamaian dunia (seperti konsep Man in Black), Karena menggunakan teknologi alien maka mereka mempunyai peralatan yang super canggih, kostum yang mereka gunakan menggunakan tekhnologi teleportasi (seperti star trek), dan robot mechanya adalah robot dengan teknologi  alien (seperti transformers)
Untuk beberapa super hero tokusatsu yang lain seperti ultraman ataupun metal hero, konsepnya cukuplah masuk akal, ultraman adalah mahluk luar angkasa yang sebelumnya pernah datang kebumi dan kembali lagi ke bumi untuk melawan kejahatan (mirip konsep film transformers), sedang untuk metal hero adalah pasukan khusus dengan kostum baja serbaguna yang bertugas menjaga perdamaian dunia, ada yang berasal dari luar angkasa (seperti konsep film guardian of the galaxy) dan ada juga yangbersumber dari teknologi (seperti konsep iron man dan robocop)

b.      Kostum dan robot
Semua Kostum para tokusatsu terlihat  konyol kekanak-kanakan, super sentai dengan kostum bak pesenam aerobic dengan aksesoris helm, ultraman dengan pakaian yang lebih mirip pakaian para penyelam, bahkan para kamen rider era sekarang yang tak ubahnya seperti mainan anak-anak.
Tidak ada Evolusi kostum yang menjadikan superhero jepang bisa terlihat lebih dewasa, beberapa serial superhero tokusatsu mencoba mengadaptasi serial lama menjadi sebuah film, namun evolusi kostumnya seolah-olah tidak ada perubahan. Berikut beberapa contoh remake serial lama tokusatsu ke versi movie :

Berbeda dengan film keluaran Hollywood yang dari segi kostum selalu mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan zaman.

Kayaknya para pembuat tokusatsu perlu belajar dari kostum-kostum film Hollywood yang sudah ada yang terlihat lebih keren dan realistic
Berbagai macam desain kostum sebenarnya bisa menjadi referefsi untuk mengevolusi kostum para super hero tokusatsu, seperti ilustrasi gambar dibawah ini yang di ambil dari kostum film-film Hollywood.

Bahkan bentuk mainan SIC pun lebih terlihat realalistik di banding versi aslinya, seperti para kamen rider berikut , beberapa pun di buat menyerupai aliensehingga memberi kesan yang lebih realistik.

Untuk Ultraman, agar lebih terlihat realistic, kostum ala pakaian selamnya pun perlu dirubah, contoh yang diambil di adaptasi dari kostum di serial  serial manganya:
Hal yang sama juga pada Design Robot mecha dan kendaraan tempurnya yang terlihat ketinggalan jaman. Robot-robot di Super sentai tidak ubahnya seperti mainan anak-anak yang terbuat dari karton dan dilapisi oleh cat warna-warni.
Coba bandingkan perbedaan antara robot mecha tokusatsu  dengan  robot versi amerika
Bahkan mainan transformer (arcee V.01) yang berbentuk Robot lebih terlihat realistic disbanding Zaborgar, seharusnya ketika membuat remake movienya, konsep robotnya bisa seperti ini.

c.       Henshin
Hensin atau cara bertransformasi, Salah satu ciri khas dari tokusatsu adalah transformasi diri, seolah-olah hal tersebut menjadi kewajiban bagi semua tokoh superhero tokusatsu yang berkostum. Ultraman, kamen rider, metal hero, super sentai, Apapun jenisnya baik itu manusia, monster, cyborg, alien, robot, iblis, mutant  pasti punya cri khas ketika menggunakan kostum mereka. Dengan menggunakan berbagai formasi, menekan tombol lalu mengatakan sesuatu dan jeng..jeng……! jadilah mereka pahlawan super.



Hal tersebut bagi anak-anak terlihatlah sangat keren, tapi bagaimana dengan pemikiran orang dewasa, mungkin akan timbul pertanyaan, dari mana datangnya kostum mereka? Teknologi apa yang mereka gunakan? Untuk bertransformasi kok lama amat ya?
Mungkin hanya kamen rider era heisei saja yang punya gaya transformasi yang mengikuti perkembangan zaman tetapi  masih terlihat aneh karena tetap menggunakan pose dan aktivasinya terasa aneh karena  menggunakan kartu, HP bahkan USB.

bila di adaptasi ke jenis film yang lebih serius, mungkin unsur ini akan dihilangkan ataupun disesuaikan dengan jenis mahluknya dan mungkin dengan  pendekatan sains.

Seperti contoh film beberapa film Hollywood di bawah ini :





Berita Gembira
saat ini  Lionsgate (studio di balik film Twilight, Divergent & Hunger Games) akan membuat ulang salah satu Tokoh Tokusatasu (yang sudah di adaptasi ke versi Amerika) yaitu Power Ranger menjadi sebuah film live action, namun apakah film tersebut tetap dibuat dengan gaya anak-anak atau dibuat lebih serius seperti Film Transformer ataupun Pasific Rim, kita tuggu saja.
semoga saja adaptasi power rangger ini bisa menjadi pionir bagi teciptaca film tokusatsu yang lebih berkwalitas.

Sabtu, 08 Februari 2014

Anime/manga yang pantas dibuat film Live action Versi Hollywood

Berdasarkan artikel saya sebelumnya:
Tentang Mengapa anime/manga sangat sulit di adaptasi ke film live action versi holywood, berikut akan saya ulas anime/manga yang pantas dibuat film live action Versi  Hollywood.

Untuk mewujudkan anime/manga diadaptasi ke film live action versi Hollywood sekelas Transformers, Avenger atau G.I Joe bukanlah tidak mungkin, karena sebernarnya film-film Hollywood tersebutpun dari segi cerita bisa dibilang biasa-biasa saja.  tapi dikemas dengan sangat menarik,  terutama penggunaan special effect yang detail, serta budget yang besar. Sama halnya dengan anime/manga, Yang di perlukan adalah  bagaimana  mengemas cerita original dari manga/anime dengan pertimbangan faktor realistik  tiap-tiap unsurnya sehingga bisa diterima baik dari penggemarnya maupun kalangan Hollywood.


Berikut list anime/manga yang menurut saya layak untuk di buat film Live action dengan sentuhan Hollywood, dengan acuan/pembanding film produksi Hollywood dilihat dari sisi konsep, jenis film, kemiripan cerita ataupun unsur-unsur dan karakter yang terdapat didalamnya.

1.       Dragonball Z  VS  Avenger


Film ini sudah dibuat sebelumnya, namun Menurut saya film ini layak dibuat ulang karena film terakhirnya (dragonball evolution) jauh dari ekspektasi semua fansnya,
sebagai acuan dan pembanding adalah film  avenger. mengapa Avenger?
Karena di film avenger sudah menyatukan kisah Alien, mythology/dewa, science fiction dalam satu film.
Bandingkan dengan dragonball, di kisah si son goku ini justru lebih banyak elment yang ada, Goku adalah alien, si pikoro adalah dewa, trunk bisa datang dari masa depan, android adalah manusia buatan dan uron/oolong adalah manusia berwujud babi, teknologi menciutkan dan memperbesar benda,  bahkan dinosaurusnyapun ada seperti di jurrasik park.
Untuk review  lengkapnya lihat di artikel ini…….!

2.       Saint saiya VS Thor


Mungkin ini adalah salah satu anime yang saya impikan bisa dibuat versi live actionnya,
Saint Saiya di dasari pada cerita kisah mitology yunani, menceritakan tentang lima pendekar yang diberi julukan "Saint" dan memiliki kekuatan berdasar pada pelindung tubuh (armor) yang disebut "Cloth", yang berasal dari rasi bintang masing-masing pemiliknya. Setiap Saint memiliki kekuatan khusus yang disebut "Cosmo". Mereka diberi tugas untuk melindungi Saori Kido, reinkarnasi dari Dewi Athena (Dewi perang dan kebijakan).
saat ini film tersebut tengah dibuat versi the movie-nya hanya saja dengan format animasi 3d.
Sebagai acuannya kita bisa membandingkannya dengan film Thor dengan kisah mythology asgard, bila diperhatikan, bentuk kostum yang digunakan oleh para kesatria asrgard mirip kostum saint seiya.

3.       Inuyasa VS 47 ronin


Inuyasa menceritakan tentang seorang siswa SMU bernama Higurashi Kagome Yang terjebak di masa Sengoku dan bertemu seorang Siluman rubah bernama inuyasha, kisah Inuyasha penuh dengan cerita mistis dan supranatural.
Sebenarnya konsep cerita seperti Inuyasha sudah sering dibuat di holliwood, yaitu tentang hal-hal yang berbau mistis / supranaturln dengan kekuatan sihir/magic, seperti Lord of the ring ataupun harry potter.
sebagai pembandingnya adalah film 47 Ronin yang di bintangi oleh Keanu reaves menceritakan tentang samurai yang melawan kekuatan-kekuatan jahat yang bersifat mistis.

4.       Naruto VS 47 ronin


Naruto adalah ninja yang di rasuki oleh siluman rubah yang melakukan petualangan bersama teman-temannya. Seperti halnya Inuyasha, banyak  hal-hal yang bersifat supranatural dalam ceritanya, pembandingnyapun masih dengan 47 Ronin.

5.       One piece VS Pirates of the caribbean


adalah sebuah anime dan manga tentang sekelompok bajak laut yang dipimpin oleh Monkey D. Luffy yang pergi mencari harta karun legendaris bernama One Piece. Luffy menjadi manusia karet yang memiliki kekuatan memanjangkan tubuhnya setelah secara tak sengaja memakan buah Gomu Gomu, salah satu dari buah iblis. Selama perjalanan Luffy banyak bertemu dengan teman baru dan musuh yang beragam.
Ceritanya hampir mirip dengan  pirates of the Caribbeannya jhonny depp kan? merupakan cerita para bajak laut dengan hal-hal yang berbau mistis.

6.       Gundam VS Pacific Rim


Gundam bercerita tentang sekelompok pasukan robot ukuran besar yang dikemudikan oleh manusia guna menghadapi kekuatan-kekuatan jahat yang ingin menguasai dunia. Gundam terjadi di Dunia masa depan di mana teknologi sudah sangat berkembang, juga sudah adanya koloni luar  angkasa seperti kota koloni di bulan dan kota satelit di luar angkasa.  
Di beberapa film Hollywood mungkin genre seperti ini sudah ada, sebut saja Transformers dan Pacific Rim, namun yang mendekati adalah Pacific Rim, tentang robot yang digerakkan oleh manusia, hanya saja gundam terjadi di masa depan yang canggih.

7.       Pokemon VS  Golden Compass


Pokemon bercerita tentang sebuah permainan untuk mengadu berbagai jenis binatang yang di sebut pokemon, dimana binatang tersebut tersimpan dalam sebuah bola yang disebut Poké Ball dengan cara menciutkan masa jenis massa binatang.
Mungkin ada yang bertanya, gimana caranya pokemon tersebut masuk kedalam bola kecil?, teknologi apa yang di pakai?, jenis apakah pokemon itu?
Bumi versi fiksi yang  menggambarkan dunia dalam keadaan sebenarnya seperti yang kita tinggali saat ini berbeda dengan planet Bumi versi dunia Pokémon, (baik kehidupannya, mahluknya, maupun bentuk geografisnya) sehingga banyak species yang berbeda di dunia pokemon.
Sebagai film pembanding nya adalah the golden Compas, the Golden Compass menceritakan sebuah dunia yang berbeda dengan dunia yang kita huni, di dunia tersebut setiap manusia memiliki jiwa yang terpisah dengan raga dan berjalan berdampingan dalam bentuk binatang yang disebut denga Daemon. Hampir mirip dengan konsep Pokemon dimana manusia bisa memiliki seekor binatang atau lebih sebagai binatang peliharaan dan terjadinya bukan di dunia sebenarnya.

8.       Digimon VS Tron  Legacy


Tema digimon mirip dengan pokemon, bahkan kedua anime ini merupakan rival berat, berbeda dengan pokemon, Digimon bercerita tentang beberaapa anak-anak yang kejatuhan suatu benda asing dari langit yang disebut Digivice yang membawa mereka ke dunia yang disebut Dunia Digital dan bertemu dengan makhluk hidup semacam program kecerdasan buatan yang tersusun atas kumpulan data digital (Digimon).  
Sama hal nya dengan tema cerita dari Tron legacy,  kisah manusia yang masuk ke dunia digital dan terjebak di dalamnya

9.       Doraemon VS CJ7


Doraemon adalah robot dari masa depan yang bisa mengeluarkan benda dengan teknologi canggih dari kantong ajaibnya dan tinggal dengan sahabatnya nobita.
Bila memang pangsa pasarnya untuk hiburan semata buat anak-anak, aspek realistiknya mungkin bisa di abaikan, bayangkan aja gimana kalo si doraemon harus di buat deengan pertimbangan science dan realistis, bagaimana caranya si doaremon menyimpan berbagai macam alat di kantongnya yang sangat kecil, tekhnologi seperti apa yang di pakai? Hanya anak-anak  umur 8 tahun kebawah yang dapat menjawabnya.
Untuk itu film doraemon terlalu sulit untuk dibuat menjadi film serius, tapi bila untuk film untuk segmen anak-anak atau komedi keluarga, mungkin masih dapat diterima, Banyak film Hollywood yang segmentasinya untuk anak-anak dan keluarga yang mengabaikan  atau tanpa penjelasan dengan pendekatan sains, seperti Garfield, Stuart little, cats and dog dan yang lainnya.
Saya mencoba mencari film pembandingnya dari film Hollywood, tapi mungkin  hanya film hongkong CJ7 lah yang mendekati, CJ7 adalah karya sytradara Stephen Chouw yang bercerita tentang mahluk dari luar angkasa yang jatuh dibumi dan  bisa membuat keajaiban dengan kekuatannya, filmnya sangat kocak dan lucu, bila doraemon dibuat dengan gaya seperti CJ7 mungkin akan lebih menarik.